KAMPAR,Misteribicara.com – Realisasi pajak daerah kabupaten Kampar meningkat drastis di tahun 2025, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, peningkatannya mencapai 102, 95 persen. Hal ini disampaikan kepala badan pendapatan daerah kabupaten Kampar Zamhur, ST, MM melalui kabid pendataan dan pendaftaran Zamzul Azmi, SE, MM saat dijumpai diruang kerjanya, Rabu 22/4/2026.
“Tahun 2021 realisasi hasil pajak daerah diangka Rp.146,1 Miliar, di tahun 2022 Rp.142,3 Miliar, tahun 2023 Rp.153,8 Miliar, tahun 2024 Rp.155,2 Miliar, sedangkan di tahun 2025 mencapai 303,6 Miliar rupiah,” ungkap Zamzul.
Dakui terdapat realisasi peningkatan penerimaan pada beberapa jenis penerimaan, serta ada penurunan disisi lainnya, penurunan ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi bapenda dalam mengoptimalkan penerimaan di tahun berikutnya.
“Sesuai arahan pimpinan, disampaikan agar intens dan optimal dalam tata kelola pemungutan pajak daerah, karena merupakan salah satu ruang fiskal dalam menunjang penerimaan daerah untuk kegiatan pembangunan di kabupaten Kampar,” jelasnya.
Bapenda Kampar terus berupaya melakukan tugasnya secara optimal sesuai dengan sumber daya yang ada dalam tata kelola pemungutan pajak daerah, “barangkali ada potensi yang belum optimal, maka akan terus dimaksimalkan, melalui seluruh bidang maupun bersinergi dengan OPD pengelola PAD dalam rangka pemungutan pajak dan retribusi daerah.
Dipaparkan, pemungutan objek pajak tentu berdasarkan aturan yang berlaku tidak bisa dilakukan tanpa ada aturan yang jelas, “seperti di tahun 2021 dan 2022, ada sektor hiburan, yakni wahana air maupun water park yang belum bisa dilakukan pemungutan, berdasarkan informasi yang kami dapat dari pihak Kementerian Keuangan RI di tahun 2021 bulan Januari melalui teleconference, menyebutkan bahwa wahana air dan Water Park tidak termasuk objek hiburan, sehingga tidak dilakukan pemungutan,” terangnya.
Setelah terbitnya UU No. 1 Tahun 2022, barulah wahana air maupun water park masuk kategori pajak biburan, sekarang namanya pajak barang jasa tertentu, didalamnya ada sektor makanan dan minuman (dulu restoran,red), perhotelan, parkir, tenaga listrik dan hiburan (wahana air maupun water park masuk di hiburan,red).
Setelah adanya aturan yang jelas, penerimaan daerah dari sektor pajak hiburan selalu mengalami peningkatan di kabupaten Kampar, dari 2024 diangka Rp. 495.020.562 meningkat menjadi Rp. 578.065.159 di tahun 2025.
Ditegaskan, bapenda Kampar selalu menjadikan kritikan dan masukan sebagai pelecut semangat dalam mengoptimalkan dan menggali potensi pajak, “semua upaya terus dilakukan pemda melalui bapenda mulai dari intensifikasi, ekstensifikasi, sosialisasi sesuai regulasi dan uji petik ke masing masing objek pajak yang ada di kabupaten Kampar, memudahkan para wajib pajak dalam mengurus kewajiban perpajakan, termasuk membentuk 5 UPT bapenda yang tersebar di wilayah Kampar.
“Keberadaan UPT bapenda, dapat memperpendek jarak, dan mempermudah wajib pajak untuk tidak harus datang ke kantor bapenda di Bangkinang, namun cukup melalui UPT bapenda yang ada masing-masing wilayah UPT. Kemudahan lainnya dengan adanya aplikasi “SAPA HATI” yang merupakan program inovasi dari kepala bapenda Kampar Zamhur untuk mendukung dan menunjang kemudahan pelayanan pajak daerah di kabupaten Kampar” tutup nya. (ADV)












