KAMPAR – Hari Raya Enam atau dikenal juga dengan Hari Raya Ziarah (Ghayo Zora) tidak bisa lepas dari sosok Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos, MT. Dalam ingatnya sejak kecil hingga Tahun 2026 ini, tradisi ini terus diperingati setiap tanggal 7 Syawal, atau seminggu setelah Puasa Ramadhan.
“Berbicara tentang Hari raya onam, atau bahasa kita-nya Aghi Ghayo Onam, ingatan kita langsung tertuju kepada Kecamatan Bangkinang lama, sebab satu-satunya di Provinsi Riau, yang saya ketahui daerah yang merayakan hari raya, setelah melaksanakan puasa 6 hari adalah di Kecamatan Bangkinang ini, dulu, Bangkinang lama terdiri atas Kecamatan Bangkinang tempat kita berada sekarang dan Kecamatan Bangkinang kota,” ungkap Bupati Kampar ke-17 ini saat membuka acara Festival Lomang Ghayo Onam yang dipusatkan di depan Kantor Desa Pulau Lawas, Jumat (27/3/2026).
Anak jadi Kampar ini mengungkapkan bahwa Aghi Ghayo Onam adalah tradisi, kearifan lokal dan kebiasaan baik yang diturun-temurunkan oleh nenek-moyang dari sejak dahulu, “saya kebetulan lahir di sini di kampung ini, tiga rumah jaraknya dari kantor desa ini,” ucapnya sambil nostalgia mengingat kembali kenangan masa kecil.
Lebih dalam, Bupati Ahmad Yuzar juga menjelaskan, bahwa tradisi baik ini hadir berlandaskan sebuah hadist nabi Muhammad, SAW diriwayatkan Imam Muslim dari Abu Ayyub Al-Anshari ini berbunyi :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: “Barang siapa berpuasa ramadhan, kemudian mengikutkannya enam hari dari bulan Syawal, maka seperti puasa satu tahun”.
“Didasari oleh hadis nabi ini, oleh orang Bangkinang dimaknai dengan enam hari puasa itu setelah bulan Ramadan secara berturut-turut, walaupun dalam hadistnya bisa dua sampai 30 syawal nantinya, tapi untuk lebih menjaga, lebih cepat dilaksanakan, makanya dilaksanakan oleh orang tua-tua kita terdahulunya bahwa puasa Sunnah 6 hari setelah bulan Ramadan itu di awal-awal syawal, kemudian dirayakan dan saya ketahui juga bahwa Hari Raya Enam ini lebih besar magnetnya untuk mengumpulkan masyarakat di Kecamatan Bangkinang,” papar Bupati.
Banyaknya orang yang merayakan Raya Enam di Kecamatan Bangkinang, telah menjadi sebuah acara yang dinanti banyak orang, tidak hanya bagi masyarakat tempatan tapi juga menjadi event menarik bagi warga diluar Kampar.
“Uniknya tradisi Ghayo Onam dan karena ini merupakan wadah tempat mengumpulkan orang dalam jumlah yang banyak, maka Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar yang juga membawahi urusan kebudayaan jeli melihat ini, kemudian menjadikan Ghayo Onam masuk kalender pariwisata, sehingga nantinya kebiasaan baik ini lestari untuk generasi penerus kita untuk masa-masa yang akan datang,” tambah Bupati Ahmad Yuzar.
Mantan Birokrat Kampar yang meniti karir dari bawah hingga menapaki puncak karir sebagai Sekda dan lanjut jadi Bupati ini juga menjelaskan bahwa, tradisi Ghayo Onam merupakan wadah yang luar biasa untuk mengumpulkan masyarakat terutama masyarakat Bangkinang yang merantau ke daerah lain, “jadi mungkin pada hari raya Idul Fitri mereka tidak pulang kampung tetapi pada Hari Raya Enam ini mereka pulang kampung, maka wajarlah pada saat Hari Raya Enam ini masyarakat kecamatan Bangkinang ini berkumpul bersilaturrahmi sambil menziarahi makam leluhur mereka dari satu pemakaman umum ke pemakaman umum lainnya, lalu ditutup dengan makan bajambau (makan bersama,red),” pungkas Bupati Ahmad Yuzar.(Rls/Rano)












