Bunda Paud Kampar Jenguk Langsung Anak-anak di Ujung Akses Pendidikan

 

Kampar Kiri Hulu,Misteribicara.com –  Bunda Paud Kampar Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar menegaskan, sosialisasi Perbup tentang Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Kampar memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar.

Hal itu dikatakan Bunda Paud Kampar saat menyerahkan Bantuan Perlengkapan sekolah, tas, Tempat minum, Alat Peraga Edukasi (APE) dan tempat makan kepada anak-anak Usia Dini di Muara Bio Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Sabtu, 08/08.

“Selain itu, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dan komitmen kita dalam melaksanakan amanah dan undang-undang pendidikan prasekolah dasar,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dimulai ketika anak sudah memasuki sekolah dasar. Pondasi tersebut justru harus dibangun sejak usia dini melalui pendidikan yang berkualitas, lingkungan belajar yang baik, serta dukungan keluarga dan masyarakat.

Untuk itu, menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Forum PAUD akan terus memperkuat sinergi agar layanan PAUD dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk desa-desa yang memiliki tantangan geografis dan akses yang sulit.

Di balik program tersebut, terdapat peran besar para guru PAUD keliling yang dengan penuh ketulusan terus mendatangi anak-anak di wilayah terpencil.

Dengan kondisi geografis yang menantang, para pendidik tetap menjalankan tugasnya agar anak-anak tidak kehilangan kesempatan untuk belajar, bermain dan berkembang.

Kehadiran guru PAUD keliling menjadi bukti bahwa pelayanan pendidikan tidak harus menunggu anak datang ke pusat layanan pendidikan. Dalam kondisi tertentu, justru layanan pendidikanlah yang harus hadir dan mendatangi anak-anak.

Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Pemkab Kampar untuk menghadirkan pemerataan pembangunan, khususnya dalam bidang pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Kunjungan Bunda PAUD Kampar ke wilayah 3T ini akhirnya bukan sekadar agenda penyerahan bantuan. Perjalanan tersebut menjadi simbol hadirnya pemerintah di tengah masyarakat sekaligus penegasan bahwa jarak, sungai, jalan terjal dan keterbatasan akses tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Kampar untuk meraih masa depan.

Dari desa-desa yang jauh dari pusat kota, harapan itu terus dinyalakan. Sebab, membangun Kampar tidak hanya tentang membangun jalan dan infrastruktur, tetapi juga tentang membangun manusia sejak usia dini.

Dan dari tangan anak-anak PAUD hari ini, masa depan Kabupaten Kampar sedang dipersiapkan. (Rls/Rano)