BANGKINANG, Misteribicara.com – Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Kampar menggelar pertemuan koordinasi strategis bersama manajemen PT Telkomsel di Kantor Telkomsel Cabang Bangkinang, Selasa (21/7/2026). Pertemuan ini berfokus pada upaya percepatan penanganan wilayah tanpa sinyal (blankspot) serta peningkatan kualitas jaringan komunikasi di seluruh pelosok Kabupaten Kampar.
Kunjungan kerja ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Kampar, Lukmansyah Badoe, S.Sos., M.Si., didampingi Sekretaris Dinas Safaruddin, S.Pi., M.Si., Kabid Layanan Infrastruktur SPBE Roni Tri Saputra, M.IP., S.IP., Kabid Statistik Salmi Hadi, S.Sos., M.Si., Kasi Infrastruktur SPBE Nazriadi, S.H., serta Tim Teknis Pranata Komputer Diskominfo Kampar, Benny Putra, S.Kom., M.Kom.
Kedatangan jajaran Pemkab Kampar disambut hangat oleh jajaran pimpinan Telkomsel, di antaranya Manager Mobile Consumer Branch Dumai Rizki Mulyana Toharudin, Manager Network Operations and Productivity Dumai Fauzan Fajri, Engineer Network Syahlan Hutagaol, Supervisor Territory Yoka Fernando, Manager Cluster Kampar Irfan Abimanyu, Manager DS Kamtan Nanda Mardiensyah, serta GM Mitra SBP Mansur Syah.
Dorong Akses Internet Merata hingga Wilayah 3T
Dalam diskusi tersebut, Kepala Dinas Kominfo Kampar, Lukmansyah Badoe, menegaskan pentingnya ketersediaan jaringan telekomunikasi yang merata guna mendukung pelayanan publik, pendidikan, perekonomian warga, serta percepatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) hingga ke tingkat desa.
“Akses internet saat ini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Kami menyampaikan pemetaan serta laporan masyarakat terkait beberapa area yang masih mengalami keterbatasan sinyal (weakspot) maupun blankspot, khususnya di wilayah pelosok seperti Kampar Kiri Hulu dan kawasan sekitar Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling. Harapan kita bersama, kolaborasi dengan Telkomsel ini mampu menghadirkan solusi konkret bagi warga,” ujar Lukmansyah.
Berdasarkan data teknis Diskominfo Kampar, Kabupaten Kampar memiliki nilai strategis dengan lebih dari 400 ribu pelanggan aktif Telkomsel serta ditopang oleh 377 tower BTS yang menyumbang sekitar 30 persen dari total infrastruktur Telkomsel di wilayah Riau.
Solusi Konkret: Dari Skema Microcell hingga Optimalisasi Tower Eksisting
Pertemuan teknis kedua belah pihak menghasilkan beberapa opsi solusi percepatan jaringan. Mengingat pembangunan tower macro baru memerlukan investasi dan waktu yang cermat, Diskominfo Kampar dan Telkomsel menyepakati beberapa pendekatan efisien:
1. Optimalisasi Tower Eksisting: Melakukan re-tuning jaringan dan penguatan kapasitas pada 377 tower yang ada untuk melingkupi desa-desa terdekat yang bersinyal lemah.
2. Pengembangan Skema Tower Kecil (Microcell): Mendorong kolaborasi penempatan tower berukuran mikro di pemukiman padat/pelosok desa dengan dukungan kemudahan perizinan dan lahan dari Pemkab serta pemerintah desa.
3. Dukungan Mobile BTS & Mobile Genset: Menyiapkan unit Cellular On Wheels (COMBAT BTS) untuk mendukung event-event besar daerah serta penguatan mitigasi power outage (listrik padam) pada titik-titik BTS vital.
4. Perlindungan Infrastruktur Bersama: Menjalin kerja sama dalam mengedukasi masyarakat untuk menjaga keamanan aset telekomunikasi dari pencurian perangkat, serta koordinasi pencegahan potensi putus kabel Fiber Optic (FO Cut) akibat pengerjaan proyek fisik di lapangan.
Dukungan Produk Terintegrasi dan Event Daerah
Selain perbaikan infrastruktur dasar, pertemuan ini juga membahas penguatan konektivitas melalui pemanfaatan produk konvergensi terbaru seperti Telkomsel One untuk mendukung fleksibilitas akses internet di kantor-kantor pelayanan desa dan fasilitas publik.
Telkomsel juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi Official Telecom Partner dalam mendukung berbagai event besar Pemkab Kampar melalui pengerahan Mobile BTS dan penguatan kapasitas jaringan di lokasi acara.
Melalui sinergi ini, Pemkab Kampar dan PT Telkomsel berkomitmen untuk terus mengevaluasi pemetaan wilayah prioritas secara berkala tiap semester guna memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Kampar dapat menikmati akses komunikasi yang lancar, adil, dan merata. (Rls/Rano)












